Dispertapa Kota Bandung Sediakan Klinik Hewan Gratis

11/01/2017 Editor: Andres Fatubun
 

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- UPT Klinik Hewan Kota Bandung dibawah Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bandung sejak 2010 melakukan pelayanan gratis mencakupi konsultasi, pemeriksaan, pengobatan, vaksinasi, kebuntingan, dan operasi. 

Klinik yang beralamat di Jalan Pelindung Hewan No. 44 Kota Bandung ini beroperasi dari hari Senin hingga Jumat sejak pukul 09.00 sampai 15.00 WIB. Namun untuk pendaftaran ditutup pukul 12.00 WIB. 

"Semua dilakukan tanpa dipungut biaya untuk obat bersubsidi pemerintah. Namun untuk operasi besar yang membutuhkan penanganan serius, kita akan rujuk ke rumah sakit swasta karena belum adanya fasilitas dan retribusi dari pemerntah," ujar Ucu Nurhasanah selaku Kasubag Tata Usaha UPT Klinik Hewan Bandung pada AyoBandung, Rabu (11/1/2017).

Berbagai spesies hewan dapat ditangani seperti kucing, anjing, ular, kelinci, ayam, buaya, monyet bahkan kuda. Bukan hanya hewan peliharaan, terkadang peristiwa yang bersifat gawat darurat juga mendapat perhatian khusus dari UPT Klinik Hewan seperti kecelakaan pada kucing yang sering ditemui di jalanan kota.

"Pasien paling banyak itu kucing dan anjing yang terserang flu, sariawan, gangguan pencernaan, iritasi kulit karena jamur atau berkelahi. Kita juga pernah menangani operasi cesar kucing yang akan reproduksi," ujar Drh. Elise Wieke, Rabu (11/1/2017).

Soal kuota pasien, UPT Klinik Hewan membatasinya hanya sampai 40 per harinya karena kuantitas SDM yang tidak seimbang.

"UPT Klinik Hewan Bandung itu yang paling banyak didatangi pasien dibanding UPT di kota lain, rata-rata sehari 35 pasien dan kasusnya aneh-aneh. Apalagi kita hanya diisi oleh tiga tenaga dokter, tiga staf dan satu paramedik," kata Ucu.

Namun bukan berarti itu merendahkan kualitas pelayanan karena tidak jarang para dokter menjadi korban dari kebuasan hewan. "Luka-luka karena cakaran atau gigitan itu sudah jadi makanan sehari-hari," ujar Elise sembari tersenyum. 

Selain itu UPT Klinik Hewan juga rajin menjalin kerja sama dengan berbagai komunitas pencita hewan untuk aksi turun ke jalan melakukan vaksinasi dan sterilisasi. (Arfian Jamul Jawaami)