Mau Coba Beternak di Tengah Kota? Coba Burung Puyuh

16/02/2017 Penulis : Kontributor Bandung, Putra Prima Perdana Editor : Erlangga Djumena
 

BANDUNG, KOMPAS.com - Minimnya lahan di kota-kota besar seperti Bandung menjadi salah satu kendala untuk menjalankan bisnis peternakan hewan. Jika Anda memiliki lahan seadanya atau hanya pekarangan rumah, tidak ada salahnya mencoba ternak burung puyuh. 

"Cocok untuk peternakan di perkotaaan karena tidak memerlukan lahan luas. Baunya juga tidak seperti (peternakan) ayam. Ke lingkungan tidak akan mengganggu tetangga," kata Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung, Elly Wasliah di Ujungberung, Kota Bandung, Kamis (16/2/2017).

Dengan modal Rp 16 juta, Anda sudah bisa memiliki 1.000 ekor burung puyuh beserta lima kandang, tempat minum dan pakan selama satu bulan. 

Kandang yang dipakai juga tidak terlalu besar dengan ukuran 1 meter x 80 cm dan tinggi 2 meter. Satu kandang terbagi dalam lima rak. Masing-masing rak berisi kurang lebih 40 ekor burung puyuh atau 200 ekor satu kandang.

Elly menjelaskan,  keuntungan beternak unggas ini salah satunya bisa didapat dari telur. Dalam satu hari, satu ekor burung puyuh bisa menghasilkan satu butir telur.

Namun, sebut dia,  jika memiliki 1.000 ekor tidak mungkin mendapatkan 1.000 butir telur karena ada prosentase kegagalan maksimal mencapai 20 persen. Artinya, dari 1.000 ekor burung paling banyak telur yang dihasilkan mencapai 800 sampai 900 butir telur.

"Per kilogram biasanya 100 butir telur," tambah Elly.

Harga telur puyuh dari peternak di pasaran bisa mencapai Rp 25.000 per kilogram. Dalam satu hari 1.000 ekor burung puyuh membutuhkan pakan Rp 150.000, maka keuntungan yang bisa diperoleh dari telur saja mencapai Rp 75.000 per hari. Belum dari burung puyuh jantan yang bisa dimanfaatkan untuk konsumsi. 

"Satu ekor burung puyuh betina mulai bertelur dari usia 45 hari. Akan terus bertelur sampai dua tahun. Setelah tidak bertelur burung puyuh ini jadi burung puyuh afkiran untuk dikonsumsi dagingnya. Kalau yang jantan usia 45 hari sudah bisa dikonsumsi," sebut dia.

Ia menyebutkan, dalam beternak tentu ada yang mati. Hal tersebut bisa diminimalisasi dengan cara membersihkan kandang burung puyuh setiap hari dan memberikan vitamin serta vaksinasi.