DPP Kota Bandung Kembangkan Budidaya Burung Puyuh

16/02/2017 Anto Darmanto POJOKBANDUNG.com
 

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Dinas Pangan dan Pertanian (DPP) Kota Bandung mulai mengembangkan budidaya burung Puyuh.

“Jadi pada November 2016 lalu, kita mulai mengembangkan budidaya burung puyuh. Alhamdulillah seteah 2,5 bulan sudah ada yang menetas,” ujar Kepala DPP Kota Bandung Elly Wasliah, kepada wartawan, Kamis (16/2).

Menurut Elly, DPP baru mendatangkan 3 ribu bibit umur 1-2 minggu ( DOQ) dari Sukabumi. Dalam 17 hari, telur sudah menetas, anak puyuh itu, akan bertelur lagi di usia 45 hari.

“Jadi bisa terus bertelur setiap hari, selama dua tahun. Kalau sudah dua tahun, nanti burungnya diapkir dan bisa dimakan,” kata Elly.

Untuk sementara, hasil budidaya yang dilakukan DPP, dipasarkan melalui pasar tradisional dan ke warga sekitar.

“Namun, karena amsih baru, ya kita belum punya analisis ekonomi secara tepat,” tambahnya. ‎

Budidaya burung puyuh ini, lanjut Elly, bisa dikembangkan di kawasan perkotaan seperti Kota Bandung. Karena selain tidak membutuhkan lahan yang luas, dan tidak menimbulkan polusi berlebihan,
ditinjau dari segi bisnis, juga tidak membutuhkan biaya yang besar.

“Untuk per seribu ekor, membutuhkan biaya Rp16 juta. Itu sudah termasuk, kandang, bibit, dan pakan,” terangnya.

Karenanya di 2018, DPP akan muai memberikan bantuan kepada warga, yang ingin membudidayakan burung puyuh.

“Untuk tahun ini, kita memang belum menganggarkan untuk pemberian bantuan kepada kelompok tani masyarakat. Melainkan hanya memberikan pelatihan saja,” tegasnya. ‎(mur)