Ini Manfaat Tak Terduga dari Ternak Burung Puyuh

16/02/2017 tribunjabar/tiah
 

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung Elly Wasliah bersama staf di kandang burung puyuh, Kamis (16/02/2017) 

 

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID -- Dinas Pangan dan Pertanian (DPP) Kota Bandung dua bulan terakhir mengembangkan sayap untuk pemberdayaan dengan ternak burung puyuh.

Ternak burung puyuh pertama kali diujicoba 3.000 ekor ternyata dalam dua bulan berkembang menjadi 3.600 ekor ditambah ribuan telur.

Kepala DPP Kota Bandung Elly Wasliiah mengatakan, berternak puyuh tidak membutuhkan lahan yang luas dan tidak polusi lingkungan serta tidak menimbulkan bau.

DPP ternak puyuh memanfaatkan lahan kosong yang bersebelahan dengan sawah abadi di Kampung Sekedangdeur, Kelurahan Cisurupan, Kecamatan Cibiru.

Sawah abadi seluas 21 hektare yang baru diserahkan akhir Desember 2016 dari Dinas Pengelola Aset ke DPP.

Menurut Elly, dari 21 hektare sawah abadi sebagian lahan kosong dan kini dimanfaatkan ternak puyuh.

Awal ternak Desember 2016 lalu membeli day old quail (DOQ) atau bibit puyuh sebanyak 3.000 ekor dari Sukabumi.

"Dalam dua bulan berkembang cukup pesat. Menetaskan 600 ekor dan ribuan telur konsumsi," ujar Elly Siti di lokasi, Kamis (16/02/2017).

Elly mengatakan, Burung Puyuh usia 45 hari sudah bertelur dan telur bisa menetas jadi anak hanya membutuhkan 17 hari.

Menurut Elly uji coba berhasil maka tahun 2017 akan ditambah 3.000 ekor.

Menurut Elly ternak puyuh cocok karena konsumsi telur puyuh cukup banyak sehingga prospek cukup baik.

Warga yang ingin berternak cukup gampang dan konsultasi gratis di kantor DPP Kota Bandung Jalan Arjuna.

"Modal cukup murah, Rp 16 juta untuk kandang, pakan selama satu bulan, peralatan dan 1.000 ekor puyuh" ujarnya.

Elly mengatakan, keuntungan beternak puyuh salah satunya dari telur. Sehari, satu ekor burung puyuh bisa menghasilkan satu butir telur selama dua tahun.

Atau telur bisa ditetaskan agar memamah burungnya.

Ternak puyuh cukup menjanjikan, harga telur puyuh dari peternak di pasaran bisa mencapai Rp 25.000 per kilogram.

Beternak tentu ada yang mati. Hal tersebut bisa diminimalisasi dengan cara membersihkan kandang burung puyuh setiap hari dan memberikan vitamin serta vaksinasi.(tsm)