Antisipasi Rawan Pangan, ODED MInta Tingkatkan Produksi Beras, Kadispertapa Jalankan One Day No Rice

08/12/2016 Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah, SM
 

Antisipasi Rawan Pangan

Oded Minta Tingkatkan Produksi Beras, Kadispertapa Jalankan One Day No Rice

Oded Minta Tingkatkan Produksi Beras, Kadispertapa Jalankan One Day No Rice
web
Ilustrasi 
 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM

BANDUNG, TRUBUNJABAR.CO.ID - Konsumsi beras masyarakat Kota Bandung masih tergolong tinggi mencapai 585 ton per hari. Sedangkan produksi beras hanya bisa memenuhi 4 persen dari kebutuhan.

"Produksi beras 4 persen di Kota Bandung terancam menyusut karena lahan pertanian berubah menjadi pemukiman atau kawasan komersial," ujar Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial saat sidang tahunan Dewan Ketahanan Pangan (DKP) Kota Bandung di Hotel Panghegar, Kamis (8/12/2016).

Oded minta ketersediaan lahan pangan harus menjadi perhatian khusus. Ini menjadi peringatan untuk terus mengontrol lahan di Kota Bandung guna meningkatkan ketahanan pangan.

"Saya instruksikan kepada dinas pertanian agar memanfaatkan sawah abadi milik Kota Bandung seluas 32,8 hektare, untuk peningkatan pangan," ujar Oded.

Oded, mengatakan, untuk mengantisipasi rawan pangan perlu juga menggandeng para ahli teknologi dan PD Pasar agar tidak terjadi rawan pangan.

Upaya lain dalam mengelola ketersediaan mendorong menurut Oded masyarakat untuk melaksanakan urban farming di wilayahnya masing-masing. Melalui urban farming, masyarakat bisa memproduksi pangan untuk konsumsi lokal.

"Konsekuensi Kota Bandung sebagai ibukota Jawa Barat tidak menutup kemungkinan lahan sawah di kota Bandung setiap tahun berkurang karena memang konsekuensi kebutuhan untuk industri dan perdagangan perumahan penduduk," ujar Oded.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertapa) Kota Bandung Elly Wasliah mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan beras.di Kota Bandung sebanyak 96 persen dipasok dari luar Kota Bandung.

Menurut Elly, sebagai kota metropolitan Kota Bandung dihuni 3 juta jiwa di siang hari dan malam hari 2,4 juta jiwa sehingga membutuhkan beras 595 ton beras.

“Walau kebutuhan cukup tinggi namun ketersediaan pangan, baik beras daging sapi daging ayam, di Kota Bandung dalam kondisi yang aman dan tersedia dengan tidak adanya fluktuasi harga,” ujar Elly.

Elly mengatakan di Kota Bandung kini hanya memiliki lahan produksi lahan 900 hektar sawah itupun milik perorangan karena milik Pemkot hanya 32,8 hektar sebagai lahan sawah abadi.

"Pemkot hanya bisa mempertahankan sawah abadi dan berusaha akan membeli sawaah baru agar kebutuhan beras bisa terpenuhi," ujar Elly.

Upaya lain mengendalikan ketersediaan pangan melalui program One Day No Rice setiap hari Senin sehingga konsumsi bers berkurang.

Menurut Elly program One Day No Rice cukup berhasil dengan banyaknya kantin-kantin sekolah yang menyediakan makanan non-beras setiap hari Senin. “Anak sekolahnya juga alhamdulillah dari rumahnya itu sudah mulai membawa makanan yang non beras,” ujar Elly. (tsm)