Jaga Kualitas Produk, Kota Bandung Siapakan Mini Lab Security

20/10/2016 Bandung Raya/Wartawan: Yeni Siti Apriyani/Editor: H.Dicky Aditya
 

Jaga Kualitas Produk, Kota Bandung Siapkan Mini Lab Security

Bandung Raya | Kamis, 20 Oktober 2016 | 21:11 WIB

Wartawan: Yeni Siti Apriani

PEMKOT Bandung menandatangani kesepakatan bersama penyediaan mini lab security dengan pelaku usaha pasar modern dan tradisional di Kota
Bandung, Kamis (20/10). Keberadaan mini lab security ini untuk menjaga keamanan dan mutu pangan segar, sehingga barang yang dipasarkan dalam kondisi aman dikonsumsi masayarakt kota Bandung.

"Alhamduilillah, hari ini kita sosialisasikan perwal tentang mini lab security pada pasar modern dan tradisonal di Kota Bandung. Juga sudah
dilaksanakan penandatangan kesepakatan bersama dengan pelaku usaha pasar modern dan pasar tradsional di Kota Bandung," ujar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertapa), Elly Wasliah, di Jln. Arjuna, Kamis (20/10).

Di Kota Bandung, ungkap Elly, terdapat 59 unit pasar modern. Setelah dilakukan regrouping terdapat delapan holding company pasar modern, yakni Yogya, Carrefour, Giant, Lottemart, Setiabudhi Supermarket, Borma dan Hipermart.

"Dari 8 holding company, tadi (kemarin, red) sudah ditandatangani dengan 6 pelaku usaha dan 2 lagi menyusul. Tahun ini, tepatnya akhir Oktober,
mereka sanggup meyediakan mini lab demi pemeriksaan keamanan dan mutu pangan segar," ungkapnya.

Selain pasar modern, Pemkot Bandung melalui Dispertapa pun sudah menandatangani kesepekatan bersama dengan Dirut PD Pasar Kota Bandung,
Ervan Maksum sebagai pengelola 33 unit pasar tradisional di kota Bandung.

"Jadi, syukur alhamdulillah, pelaku usaha untuk pasar modern dan tradisioanal telah berkeomitmen menyiapkan mini lab security di masing-
masing unit," ungkap Elly.

Mini lab ini, ungkap Elly, sistem early warning atau filter awal bagi pelaku usaha baik pasar modern maupun tradisonal. Sehingga mereka tak
hanya mengandalkan pemeriksaan dari Dispertapa Kota Bandung. "Alhamdulillah, stakeholder mendukung penyediaan mini lab, sehingga mutu
pangan segar terjamin dalam kondisi aman dikonsumsi masyarakat Kota Bandung," ujar Elly.

Para pelaku usaha ini, imbuh Elly, nantinya diwajibkan memberikan laporan rutin tiap bulan laporan pada Dispertapa. Bila ditemukan ada komoditas pangan segar seperti telur, ikan sayuran atau lainnya diduga menggunakan bahan berbahaya, maka harus segera melaporkan dan nanti Dispertapa menindaklanjuti sample tersebut untuk di uji di lab terakreditasi.

Editor: H. Dicky Aditya