Pengendalian Penyakit Tungro

Penyakit Tungro merupakan salah satu Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) penting pada tanaman padi  yang dapat  menimbulkan kerugian secara ekonomi.  Menurut penelitian yang dilaksanakan di Propinsi Bali (1989 – 1990), kehilangan hasil yang diakibatkan oleh serangan tungro bervariasi, tergantung kepada intensitas serangannya.  Secara umum, pada intensitas serangan ringan dapat menyebabkan kehilangan hasil sekitar 15 %, sedang 35 % dan berat 59 %.

Salah satu faktor pemicu yang mempengaruhi perkembangan penyakit Tungro ialah komposisi varietas tanaman, apabila di suatu areal terdapat varietas rentan  maka laju serangan penyakit tungro dapat segera meningkat dan menyebar.

Penanganan penyakit tungro sebagaimana penanganan OPT lainnya, berpedoman pada Konsep Pengendalian Hama Terpadu.  Komponen PHT yang utama dalam pengendalian penyakit tungro ialah pengaturan pola tanam (yang meliputi pengaturan waktu tanam yang tepat dan tanam serentak), penggunaan varietas toleran terhadap serangga vektor dan virus tungro serta pemusnahan sumber inokulum (tanaman/sisa tanaman sakit).

 Penanganan penyakit tungro terutama pada daerah endemis umumnya tidak dapat dikendalikan secara tuntas sekaligus dalam satu kali pengendalian tetapi dalam beberapa musim tanam, sehingga diperlukan kesabaran dan tindakan tepat yang  terintegrasi dan sinergis antara teknologi yang diterapkan dengan kebersamaan petani serta bimbingan petugas

Gejala Serangan Tungro

Gejala khas serangan Penyakit Tungro yaitu daun berwarna kuning oranye (berbintik-bintik karat berwarna hitam) yang dimulai dari ujung daun selanjutnya berkembang ke bagian bawah. 

·         Akibat serangan tungro, jumlah anakan berkurang, tanaman kerdil serta malai yang terbentuk lebih pendek dan banyak yang hampa,biasanya tinggi tanaman tidak merata. Tingkat berkurangnya jumlah anakan dan kekerdilan tergantung pada saat infeksi dan ketahanan varietas (Gambar 38).

·         Gejala lain yaitu terjadinya pemendekan jarak antara pangkal daun atau bahkan berhimpitan atau kadang-kadang satu bidang sehingga terlihat seperti kipas.


Gambar : Gejala Khas Penyakit Tungro

Gambar : Gejala Khas  dilapangan

Penyebab Penyakit Tungro

Penyakit Tungro disebabkan oleh virus yang partikelnya berbentuk batang (B = baciliform) dan bulat (S = Sperikel).

Pada satu rumpun tanaman yang terinfeksi tungro dapat ditemukan kedua partikel tersebut.  Keberadaan kedua partikel akan menampakkan gejala khas tungro (kerdil dan gejala kuning oranye).

Apabila hanya ada partikel S, maka yang nampak adalah gejala kerdil, sementara apabila hanya ada partikel B, maka yang nampak adalah gejala kuning oranye, tetapi tidak menimbulkan gejala kerdil.