Budidaya Temulawak

Morfologi Tanaman Temulawak

Temulawak termasuk tanaman Terne berbatang semu yang tumbuh merumpun, habitusnya dapat mencapai 2-2,5 m, tiap rumpun terdiri atas beberapa anakan (3-9), tiap tanaman memiliki 2-9 helai daun. Daunnya  berbentuk panjang agak lebar, lamina dan ibu tulang daun bergaris hitam. Panjang daun 50-55 cm, lebar ± 18 cm, tiap helai daun melekat  pada tangkai daun yang posisinya saling menutupi secara teratur, berbunga sepanjang tahun dengan warna kuning pangkal berwarna ungu, warna rimpang kuning dengan akar serabut.

Syarat Tumbuh

Iklim

Tumbuh baik di lahan-lahan yang teduh terlindung dari sinar matahari, namun memiliki adaptasi yang tinggi terhadap berbagai cuaca di daerah tropis.

Suhu udara yang baik untuk budidaya temulawak antara 19-30°C.

Curah hujan yang diperlukan antara 1.000-4.000 mm/tahun.

Media tanam

Perakaran temulawak dapat beradaptasi dengan baik pada berbagai jenis tanah. Namun untuk memproduksi rimpang yang optimal diperlukan tanah yang subur, gembur, drainase baik. Tanah liat berpasir yang paling ideal. Pemberian pupuk organik dan anorganik diperlukan untuk memberi unsur hara yang cukup.

Ketinggian Tempat

Temu lawak dapat tumbuh pada ketinggian tempat 5 - 1.000 m dpl, ketinggian optimum 750 m dpl, kandungan pati tertinggi di dalam rimpang diperoleh pada tanaman pada ketinggian 240 m dpl.